
Kunjungan Istimewa Wamen LHK: Dukungan Program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Berwawasan Lingkungan di SMA Negeri 67 Jakarta
SMA Negeri 67 Jakarta mendapat kehormatan dengan kunjungan dari Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Bapak Diaz Hendropriyono, pada hari ini. Kunjungan ini memiliki dua agenda utama: memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, serta meninjau langsung upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berwawasan lingkungan.
Pemantauan Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Dalam kunjungannya, Bapak Wamen LHK secara langsung berinteraksi dengan siswa-siswi penerima program MBG. Beliau meninjau proses distribusi makanan, memastikan kualitas gizi, kebersihan, dan ketepatan sasaran dari program yang menjadi inisiatif penting pemerintah ini.
Bapak Diaz Hendropriyono menekankan bahwa penyediaan makanan bergizi yang berkualitas adalah investasi krusial untuk masa depan bangsa, sejalan dengan visi menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Beliau juga mengapresiasi kerja sama pihak sekolah dan penyedia layanan makanan yang telah menjalankan program ini dengan baik, serta mengingatkan pentingnya meminimalisir sampah sisa makanan sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan.
Tinjauan Lingkungan Sekolah dan Program Pengelolaan Sampah
Agenda selanjutnya adalah pemantauan lingkungan sekolah. Bapak Wamen LHK berkeliling meninjau fasilitas dan berbagai inisiatif lingkungan yang telah dijalankan oleh SMA Negeri 67 Jakarta. Beliau memberikan perhatian khusus pada:
- Pengelolaan Sampah Terpadu: Memastikan adanya pemilahan sampah organik dan anorganik.
- Pemanfaatan Sampah Organik: Meninjau hasil proyek siswa seperti kompos yang dibuat dari sisa makanan dan sampah kebun sekolah (sebagaimana hasil Gelar Karya sebelumnya).
- Kawasan Hijau Sekolah: Melihat upaya penghijauan dan pemeliharaan taman sebagai sarana pembelajaran dan penyejuk.
Bapak Wamen LHK sangat mengapresiasi komitmen SMA Negeri 67 Jakarta dalam mengintegrasikan isu lingkungan dalam kegiatan belajar mengajar. Beliau berharap SMA Negeri 67 Jakarta dapat menjadi model sekolah Adiwiyata yang sukses, di mana program MBG dan pengelolaan sampah dapat berjalan beriringan.
“Program MBG tidak hanya tentang gizi bagi siswa, tetapi juga tentang bagaimana kita mengelola dampak lingkungannya, terutama sampah sisa makanan. Dengan program pengomposan yang dilakukan siswa, SMA 67 telah menunjukkan langkah nyata dalam mewujudkan sekolah bebas sampah,” ujar Bapak Diaz Hendropriyono.
Kepala SMA Negeri 67 Jakarta, dalam kesempatan ini, menyampaikan terima kasih atas arahan dan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Kunjungan Bapak Wakil Menteri adalah motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan sekolah dan memastikan program MBG berjalan efisien, sehat, dan ramah lingkungan,” kata Kepala Sekolah.


